Assalamualaikum wr.wb.
Karena ini adalah postingan pertamaku di blog yang kubuat kira-kira 5 menit yang lalu, jadi alangkah indahnya kalau aku memperkenalkan diri dulu kepada teman-teman yang sempat membaca tulisan yang cukup buruk ini. -maklum, baru belajar nulis. Hehe-.
Sebagaimana yang dikatakan oleh pepatah lama, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, tak cinta maka tak rindu, tak rindu maka tak merasa kehilangan. Karena itu, hemat saya bahwa puncak dari perkenalan adalah merasa kehilangan.
Oke, langsung saja perkenalannya.
Pertama aku adalah manusia, sama seperti teman-teman. Dulu saat masih bayi kalau tidak salah ingat, aku diberi nama Nurul Akbar yang kira-kira artinya cahaya yang besar. Namun entah kenapa, orang-orang di kampung memanggilku dengan nama Ade. Bahkan semua adikku, juga memanggilku dengan nama itu.
Mungkin kalian bingung, sama, aku juga. Tapi sudahlah, tidak usah terlalu dipikirkan.
Oke kita lanjut.
Dari arti namaku yang cukup indah, -kalau kalian tidak setuju, ya tidak apa-apa.-Sepertinya kedua orang tuaku ingin aku menjadi seseorang yang mampu memberikan cahaya kepada sesama manusia. Asik. Hihi
Aku lahir di salah satu desa yang terletak di bagian utara ibu kota provinsi Sulawesi Barat yakni Mamuju.
Kalau tidak salah ingat lagi, itu terjadi pada hari minggu tanggal 16 Agustus 1998. Tepatnya sehari sebelum ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 54 tahun yang diperingati setiap 17 Agustus.
Jadi setiap kali peringatan kemerdekaan, bagiku seolah-olah semua orang juga memperingati hari kelahiranku. Ataukah mungkin hanya interpretasiku yang terlalu tinggi? Ah, tak apa, itu hakku. Hehe.
Aku lahir dari seorang ibu bernama Fatmawati yang bekerja sebagai ibu rumah tangga, aku memanggilnya mama.
Ayahku bernama M. Idrus, bekerja sebagai petani, dan kadang juga mengembala kambing dan sapi.
Sungguh, aku ingin mengucapkan terimakasih kepada mereka berdua yang sudah menjaga, merawat dan membesarkan aku sampai seperti sekarang ini. Semoga kasih sayang Tuhan senantiasa dilimpahkan kepada mereka berdua. Amin.
Ayah dan ibuku berhasil membuat keturunan sebanyak 6 orang. Empat orang laki-laki dan dua orang perempuan. Aku merupakan anak ke 3. Berarti kakakku ada dua, adikku ada tiga. Tapi kakakku yang pertama sudah lebih dulu kembali kepada pemilikNya. Semoga dia diberikan tempat bersama orang-orang yang mencintaiNya dan dicintaiNya.
Mungkin aku tidak usah terlalu banyak membahas bagaimana kehidupanku saat masih kecil. Intinya, itu adalah masa dimana aku merasakan seperti apa indahnya jalan setapak yang dipenuhi dengan pohon rindang. Masa dimana aku belajar naik sepeda sampai sempat terjatuh di got. Masa dimana aku tidak berani pulang ke rumah karena muka ku babak belur dikeroyok oleh teman-temanku yang marah karena selalu kalah main kelereng. Itu adalah hal yang lumrah untuk anak kecil yang belum tahu bahwa menang bukanlah segalanya, dan kalah pun bukan perbuatan dosa.
Iya, itu adalah masa yang indah. Yang mungkin sebagian besar teman-teman juga akan sepakat.
Kalau boleh jujur, aku sangat rindu dengan segala hal yang terjadi pada waktu itu.
Sekarang usiaku sudah 20 tahun, dan kuliah di salah satu universitas negeri di Makassar mengambil jurusan yang kata sebagian orang adalah jurusan bagi mereka yang tidak bisa move on dari masa lalu. Ya, Sejarah. Tepatnya pendidikan sejarah, fakultas ilmu sosial.
Bicara tentang riwayat pendidikan, aku menyelesaikan program sekolah dasar di SDN 01 Kabuloang. Alhamdulillah selesai dalam waktu 6 tahun dan memperoleh nilai ijazah yang baik. Juga menjadi lulusan terbaik di sekolahku.
Seperti dengan teman-temanku yang lain, aku juga melanjutkan pendidikan di SMPN 8 Kalukku yang sekarang sudah berubah menjadi SMPN 3 Kalukku. Tapi hanya kurang lebih 3 bulan aku bersekolah disana, aku kemudian pindah ke SMPN 4 Malunda yang terletak di kabupaten Majene.
Setelah menyelesaikan study di SMP 4 Malunda, kurang lebih 3 tahun dan juga mendapat nilai ijazah yang baik, walaupun bukan yang terbaik, aku kembali ke kampung halaman dan memilih untuk melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Kalukku yang merupakan sekolah unggulan di kecamatan Kalukku khususnya dan di kabupaten Mamuju secara umumnya.
Dan di SMA inilah kurasakan pertama kali artinya menyukai seorang perempuan. Tapi, itu bukan hal yang bagus untuk aku bahas. Ya, kalian mengertilah maksudku.
Saat SMA, aku mengambil jurusan IPS. Karena sekolahku menggunakan kurikulum 2013, IPS kemudian diganti menjadi IIS (Ilmu-ilmu Sosial).
Aku ditempatkan di kelas IIS 2, dan dipercayakan menjadi ketua kelas. Atau biasanya teman-teman menyebutku kepala suku.
Setelah satu tahun lebih menempuh pendidikan di SMA 1 Kalukku, tepatnya kelas 2, aku memberanikan untuk mencalon sebagai ketua OSIS periode 2014-2015.
Mengejutkan, dari sekian pasangan calon yang mendaftar, ternyata aku memperoleh suara terbanyak dari hasil pungutan suara oleh lebih dari seribu siswa.
Entah apa yang terbesit di pikiran para siswa untuk memilihku menjadi ketua osis. Seorang siswa yang beberapa kali diusir dari kelas oleh guru karena terlalu cerewet. Siswa yang sering galau karena beberapa kali dipatahkan hatinya oleh perempuan.
Olehnya, aku ingin mengucapkan terimakakasih kepada teman-teman yang dulu mempercayakan tugas ketua osis kepadaku.
Sebenarnya aku masih mau cerita, cuman untuk sekedar perkenalan, kurasa ini sudah cukup. Oiya, sekedar informasi aku lulus tahun 2016 dengan nilai ijazah yang baik, namun lagi-lagi bukan yang terbaik.
Masa kuliahku, tidak perlu kuceritakan, karena masih dalam proses. Aku hanya minta doa dari teman-teman semoga di tahun 2020 nanti, aku bisa menyelesaikan study dan mendapat gelar S.Pd serta bisa terus belajar dimanapun itu sampai mendapat gelar tertinggi manusia, Alm.
Jadi nanti di blog ini, aku hanya akan membahas seputar sejarah saja, karena itu sesuai dengan fokus ilmuku. Mungkin juga sesekali akan menulis tentang sajak-sajak yang aku yakin akan membuat teman-teman baper sampai laper.
Terimakasih karena sudah menyempatkan waktunya membaca tulisanku yang tidak penting ini.
Salam...a
Makassar, 26 Maret 2018.
Selasa, 27 Maret 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
"Revolusi agrikiltur, lompatan berpikir manusia" Secacara sederhana, revolusia artinya perubahan besar dalam kehidupan manus...
-
I Maga Daeng Rioso "Antara cinta dan tahta" Mandar sebagai salah satu suku yang terletak di Sulawesi bagian Barat memiliki ceri...
-
"Revolusi agrikiltur, lompatan berpikir manusia" Secacara sederhana, revolusia artinya perubahan besar dalam kehidupan manus...
-
Karakteristik islam Indoensia Oleh Nurul Akbar Islam di Indonesia memiliki watak dan karakteristik yang khas, dan berbeda den...
Fuah macca macca 👍👍👍
BalasHapusAsiq..👍
BalasHapusAsiq..👍
BalasHapus